Regional Financial Performance and Human Development Index Based on Study In 20 Counties/Cities of Level I Region

Authors

  • Freska Gousario Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
  • Christiana Fara Dharmastuti Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

DOI:

https://doi.org/10.21512/tw.v16i2.1568

Keywords:

financial independence, effectiveness, efficiency, harmony expenditure, HDI

Abstract

This research aimed to know the financial performance of local government through regional financial ratio analysis, i.e. regional financial independence ratios, regional financial effectiveness ratios, regional financial efficiency ratios and regional expenditure harmony ratios,as well as analyzing the impact of regional financial performance against the Human Development Index (HDI).This research was conducted in 20 counties/cities in level I region. Analysis techniques used was multiple linear regression analysis with SPSS Statistics 21. The results shows that: (1) Ratio of regional financial independence contributes positive and significant effect to HDI, (2) Ratio of the regional financial effectiveness contributes no significant effect to HDI, (3) Ratio of regional financial efficiency contributes no significant effect to HDI, and (4) Ratio of regional financial harmony expenditure contributes no positive effect to HDI.

Dimensions

Plum Analytics

Author Biographies

Freska Gousario, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Magister Manajemen

Christiana Fara Dharmastuti, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Magister Manajemen

References

ANTARA. (2009). Australia-Nusa Tenggara Assistance for Regional Autonomy dan Pemerintah Provinsi NTT 2009. Analisa Pengeluaran Publik Nusa Tenggara Timur. Kupang.

BAPPENAS & UNDP Indonesia. (2010). Peningkatan Kinerja Pembangunan Daerah: Alat-alat Praktis dari Indonesia. Jakarta: UNDP Indonesia.

Batafor, G.G. (2011). Evaluasi Kinerja Keuangan Daerah dan Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Lembata – Provinsi NTT.Program Pascasarjana. Denpasar: Universitas Udayana.

Bhinadi, A. (2003). Indikator Keuangan Daerah.Makalah disajikan dalamSeminar Keuangan Daerah kerjasama Pusat Studi Ekonomi, Keuangan, dan Industri Lembaga Penelitian UPN “Veteran”

Yogyakarta dengan Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi UPN “Veteran”. Yogyakarta. Diakses dari http://www.Arditobhinadi.com/download.php

Bisma, I.D.G., &Susanto, H.(2010). Evaluasi Kinerja Keuangan Daerah Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Anggaran 2003-2007.(Online). E-Journal on-line Vol. 4, No. 3,

(http://unmasmataram.ac.id/wp/wp-content/uploads/12.-I-Dewa-Gde-Bisma.pdf)

Chalid, P. (2005). Keuangan Daerah: Investasi dan Desentralisasi. Jakarta: PT. Percetakan Penebar Swadaya.

Halim, A. (2007). Akuntansi Sektor Publik: Akuntansi Keuangan Daerah. Jakarta: Salemba Empat.

Halim, A. (2002). Manajemen Keuangan Daerah. Yogyakarta: UPP Akademi Manajemen Perusahaan YKPN.

Handayani, R.S. (2011). Pengaruh Rasio Keuangan Daerah Terhadap Belanja Modal Untuk Pelayanan Publik Dalam Perspektif Teori Keagenan (Studi pada Kabupaten dan Kota di Jawa Timur). (Online). E-Journal on-line, (eprints.undip.ac.id/30929/I/JURNAL.pdf.).

Hidayat, M.F. (2013). Analisis Pengaruh Kinerja Keuangan Daerah Terhadap Alokasi Belanja Modal. (Online).E-Journal on-line, (http://jimfeb.ub.ac.id/index.php/jimfeb/article/download/580/523, diakses 18 Juli 2013).

Indeks Pembangunan Manusia Tahun 2009-2012 Kabupaten Kupang dalam: www.bps.go.id/ntt.

Ivalandari. (2010). Penentuan Nilai Wajar Saham Melalui Model Discounted Cash Flow dan Relative Valuation (Studi Kasus: Saham PT. Bumi Resources, Tbk. Periode 2005 – 2009). Program Pascasarjana. Jakarta: Universitas Indonesia.

Kendall, J. (2009). Local Financial Development and Growth. Policy Research Working Paper 4838, The World bank Financial and Private Sector Vice Presidency

Mardiasmo.(2002). Akuntansi Sektor Publik. Yogyakarta: Andi.

Republik Indonesia. (2006). Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Sekretariat Negara. Jakarta.

Republik Indonesia. (2004). Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. Sekretariat Negara. Jakarta.

Republik Indonesia. Peraturan Menteri Keuangan tentang Perkiraan Alokasi Biaya Pemungutan Pajak Tahun 2009-2012. Sekretariat Negara. Jakarta.

Republik Indonesia. (2004). Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Sekretariat Negara. Jakarta.

Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Sekretariat Negara. Jakarta.

Uyanto, S.S. (2009). Pedoman Analisis Data dengan SPSS. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Yayasan Indonesia Forum &The United States Agency for International Development/Office of Transitional Initiatives. (2000). Aspek Finansial Otonomi Daerah: Laporan Kajian di Delapan Propinsi.

Downloads

Published

2015-09-30
Abstract 1114  .
PDF downloaded 798  .